Jakarta (2/3). Salah satu unsur terpenting dari sebuah live
performance adalah penonton. Reaksi antusiasme penonton bagai ekstasi
bagi para musisi diatas panggung. Hari kedua
Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013
dimulai oleh penampilan sebuah musisi asal Meksiko yaitu Diego Maroto.
Kemudian di stage yang berbeda, sebuah grup yang dipimpin oleh Mery
Kasiman yang menghadirkan Aksan Sjuman dan Riza Arshad, dipadati oleh
para pengunjung yang sudah memenuhi lokasi JJF (Java Jazz Festival)
sejak sore.
Dalam
rangkaian acara JJF pasti ada suguhan spesial untuk memanjakan para
penikmat music jazz dunia. Hari ini, Basia seorang musisi asal Inggris
menjadi magnet utama di gelaran kedua bersama Lisa Stansfield. Sekitar
pukul 19.45 WIB, Basia membuka panggung D2 Hall JI Expo Kemayoran,
Jakarta Pusat. Basia tampil anggun mengenakan gaun hitam selutut. “If
Not Now Then When” dan “I Must” dibawakan secara medley, menjadi pembuka
penampilannya.
Di
usianya yang menginjak 59 tahun, Basia yang memiliki nama lengkap
Barbara Trzetrzelewska ini tetap mampu menghipnotis ribuan pengunjung
dimalam itu. Dengan lenggok gaya dan tarikan suara tinggi sampai 3 oktaf
menjadikan penonton selalu memberikan tepuk meriah. Lagu “Baby You're
Mine”, “Drunk on Love”, “New Day For You”, “Third Time Lucky”,
“Cruissing”, “From Now On”, “Olive Tree”, dan “Time And Tide”
dinyanyikan secara berurutan dengan konsep masing-masing. Penampilan
Basia dihari kedua JJF 2013 ini benar-benar mengundang decak kagum
penggemarnya.
Dalam konferensi pers yang digelar usai
penampilannya, Basia menanggapi program pancarian bakat penyanyi yang
marak ditayangkan televisi akhir-akhir ini. Ia menilai bahwa hal
tersebut hanyalah tontonan.
“Itu hanya sebuah tontonan, bukan mencari
bakat menyanyi seseorang. Mereka hanya bagian dari hiburan, tidak ada
ilmu yang dapat mereka petik. Karena itu hanya ajang mencari bakat,
bukan workshop yang dipandu oleh pelatih vokal yang sesungguhnya.”
Ungkapnya. Basia sangat menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya
banyak bakat-bakat mereka yang sebetulnya mampu diasah lebih baik lagi
untuk menjadi seorang musisi sepenuhnya. (Firly)